Demokrasi Dengan Sistem Referendum

Dalam negara demokrasi dengan sistem referendum, badan legislatif bekerja di bawah pengawasan langsung oleh seluruh warga negara. Sistem demokrasi referendum dibedakan menjadi:

1. Referendum Obligator
Dalam referendum obligator pembuatan UU memerlukan persetujuan rakyat dengan suara terbanyak. Setelah badan legislatif membuat RUU, rencana itu ditawarkan kepada rakyat(referendum). Setelah rakyat menyetujui, barulah RUU disahkan menjadi UU

2. Referendum Fakultatif
Dalam sistem ini, badan legislatif membuat UU kemudian dijalankan dalam waktu tertentu. Jika tidak ada sejumlah warga yang menyatakan tidak setuju, maka badan legislatif akan meminta persetujuan rakyat dan menjalankan sistem seperti referendum obligator. Jika tidak tidak ada warga negara yang tidak setuju maka UU tersebut tetap berlaku sama dan sifatnya seperti UU.
Author: Angga Krismawan
Angga Krismawan sekarang adalah seorang pelajar kelas 3 SMP. Hobi banget main badminton. Ngeblog ini sebenarnya hanya untuk senang-senang

0 comments:

Silahkan berkomentar jika tertarik dengan artikel ini. Berikan saran yang membangun jika ada kekurangan. Dilarang menggunakan bahasa kasar yang menyinggung orang lain!